Beberapa
cara untuk mengetahui masa subur
diantaranya adalah :
- Metode Suhu Basal. Metode untuk mengetahui masa subur ini dilakukan
dengan cara mengukur suhu tubuh istri secara berkala. Suhu tubuh diukur
setiap pagi dan dicatat, apabila suhu tubuh naik satu atau satu setengah
derajat celcius itu merupakan pertanda masa ovulasi yaitu adanya
pengeluaran sel telur matang dari ovarium. Suhu standar biasanya berkisar
antara 36 derajat Celcius.
- Metode Lendir Rahim. Cara mengetahui masa subur ini dilakukan dengan
memperhatikan karakteristik lendir dari leher rahim. Namun cara ini lebih
sulit dan memerlukan keahlian sehingga akan lebih baik jika berkonsultasi
dengan dokter untuk mengetahui bagaimana melakukan metode ini dengan
tepat.
- Metode Kalender. Metode kalender ini sangat menggantungkan pada siklus
haid yang teratur. Oleh karena itu pastikan Anda memiliki siklus haid yang
teratur. Masa ovulasi atau masa subur biasanya datang kira-kira 14 hari
setelah hari pertama haid, untuk Anda dengan masa siklus haid 28 hari.
Mengingat masa hidup sel telur 2 sampai 3 hari dan masa hidup sel sperma
di dalam rahim antara 2 sampai 5 hari maka ada baiknya menghindari 5 hari
sebelum tanggal tersebut dan 3 hari sesudah tanggal tersebut.
Menunda
Kehamilan Dengan Metode Hubungan Seksual Terputus.
Metode
ini cukup sederhana yaitu dengan cara menghalangi bertemunya sel telur dan sel
sperma. Hal ini dilakukan dengan cara mengeluarkan sel sperma di luar rahim.
Cara ini memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi karena suami yang sulit
menahan keluarnya sel sperma. Selain itu cara ini banyak dianggap mengurangi
kenikmatan dalam berhubungan seksual.
Menunda
atau mencegah kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi memiliki resiko kegagalan,
namun jika dilakukan tanpa alat kontrasepsi resiko kegagalannya jauh lebih
tinggi, karena diperlukan keahlian dan pengetahuan. Namun di satu sisi cara
menunda kehamilan tanpa alat kontrasepsi ini lebih natural dan tanpa efek
samping.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar